Menutup Malam dengan Harapan

Agung adalah seorang ekstras sinetron. Dia tidak memiliki keahlian yang lain selain acting. Dengan cara itulah Ia menghidupi keluarganya. Iya memiliki istri seorang suster, beserta tiga orang anak. Anak pertama duduk dibangku kelas dua SMA sementara anak kedua SD kelas lima dan anak ketiga masih diusia 4 tahun. Tiba-tiba virus corona menyerang ibu kota, dan semua kegiatan di hentikan. Agung tidak memiliki pekerjaan. Istrinya pun harus bertugas di wisma atlet meninggalkan rumah utk beberapa waktu ke depan. Semua tanggung jawab jatuh pada Agung, untuk merawat anak-anaknya. Iya mencoba mencari pekerjaan lewat online dengan cara mengajar yoga, acting dll. Namun tidak ada yang kau mendaftar dikarenakan ilmunya nanggung.

Maka iya mencoba dengan cara lain, berharap ada yang akan endorse, namun nyatanya tidak. Karena selain followersnya hanya 3500k, iya juga tidak dikenal. Namun sifat keartisannya yang norak membuat hidupnya semakin pelik. Ego seorang artis nanggung yang merasa terkenal, walau nyatanya tidak. Iya sadar bahwa iya dapat menghidupi anak-anaknya. Namun iya tidak menyadarai bahwa ternyata iya hidup karena keahlian anak-anaknya yang mulai menggunakan media sosial untuk berjualan dan mengajar online. Hal itu membuat iya malu sekaligus bersyukur karena memiliki anak-anak yang membawa kebahagiaan disaat pandemi.